Skip to main content

Konfigurasi DNS Server di Debian 7

http://www.iconshock.com/img_jpg/PLASTICXP/networking/jpg/256/dns_icon.jpg 

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

#nano /etc/resolv.conf

dns-search (masukkan domain anda) *Ex:dns-search felix-stanley.sch.id
dns-nameservers (masukkan ip dns) *EX:dns-nameservers 192.168.1.56

Instalasi:
#apt-get install bind9

Konfigurasi:
#nano /etc/bind/named.conf.local





#cp db.local db.smk


#cp db.127 db.192


#/etc/init.d/bind9 restart 

 Test!!
#nslookup unity-smk2mei.sch.id
#nslookup 192.168.12.52
#dig unity-smk2mei.sch.id  --> NOERROR (dalam keadaan baik)
#dig 192.168.12.52 --> NOERROR (dalam keadaan baik)

Sumber:

Comments

Popular posts from this blog

Cara Install Seafile di Ubuntu 14.04lts Server 64 bit

Link : https://www.howtoforge.com/tutorial/seafile-ubuntu-14-04/ List of dependencies as described Java Runtime Environment (JRE) Poppler-utils Libreoffice 4.1+ and Python-uno libpython 2.7 Python libraries (make sure python 2.7 is included in this installation, you may verify using the command on the image 1.2, if its already installed, if not then use this command apt-get install python 2.7 and also if you receive an error of "Wheel installs require setuptools >= ...", then you may use this pip install setuptools --no-use-wheel --upgrade). You also need, to install using easy_install pip and pip install boto as seen on the image 1.3 and 1.4 respectively) Run the following command as root user to install the required software: apt-get install openjdk-7-jre poppler-utils libreoffice libreoffice-script-provider-python libpython2.7 python-pip mysql-server python-setuptools python-imaging python-mysqldb python-memcache Now I will check if the installed pyt...

ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)

  Salah satu bentuk dari teknologi digital subscriber line . Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, sehingga data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain. Sejarah Sebelum ADSL, ada sistem yang disebut dial-up. Sistem ini menggunakan sambungan kabel telepon sebagai jaringan penghubung dengan penyelenggara jasa Internet. Namun dalam penggunaannya, dial-up memiliki beberapa kekurangan. Seperti rendahnya kecepatan dalam mengakses Internet, terlebih pada waktu tertentu yang merupakan waktu sibuk atau office hour. Selain itu, karena menggunakan sambungan telepon, kita tidak bisa menggunakan telepon bila sedang melakukan koneksi Internet. Penggunaan sambungan telepon juga memungkinkan tingginya tingkat gangguan atau noise bila sedang menggunakan Internet. Kekurangan lainnya adalah sistem penghitungan tarif dial-up yang masih berdasarkan waktu dan mahal. ADSL merupakan salah satu dari beberapa jenis DSL, disamping SDSL, GHDSL, I...

Hal Yang Harus Dilakukan Setelah Menginstal Server Debian

Langkahnya sebagai berikut... Setting dan konfigurasi IP dengan cara mengetik di terminal,  nano /etc/network/interfaces, Konfigurasi: auto eth0 --> untuk membuat otomatis iface eth0 inet static --> ip server harus static agar tidak berubah-ubah address "..." --> satu class dengan jaringan yang terhubung ke internet Ex: 192.168.0.2 netmask "..." sesuai dengan prefix yang dibuat Ex: 255.255.255.248 network ".." harus berakhiran 0 dibelakangnya, satu class dengan ip address Ex: 192.168.0.0 broadcast ".." harus berakhiran sesuai dengan prefix. Ex: 192.168.0.7 gateway "..." biasanya diakhiri dengan angka 1, ini sebagai jalan dalam jaringan. Ex: 192.168.0.1 dns-nameservers ".." ip yang biasanya disamakan dengan ip host. Ex:192.168.0.2 dns-search ".." domain Ex: tekno.com Setting repository nano /etc/apt/source.list  ubah sesuai dengan repo local yang terdekat sesuai dengan keingi...